Mencoba Menebus Dosa Di Masa Lalu

Waktu itu aku sedang belajar menerjemahkan Harvest Moon: Hero of Leaf Valley. Aku mengerjakannya sendirian, dan jumlah file textnya tidak main-main: lebih dari 780. Sebanyak 68 di antaranya file dialog karakter, dan satu karakter bisa punya sampai lima file dialog.

Yang membuatnya lebih berat, semuanya harus kukerjakan manual. Aku mengekstrak resource.bin, mengambil file .bin di folder event, lalu membongkar lebih dari 400 file itu satu per satu untuk mendapatkan file .txb yang berisi teks event. Setiap .txb harus kuubah ke .xml satu per satu, dan penamaannya juga kuatur sendiri. Saat mengembalikannya dari .txb ke .bin, prosesnya sama: satu per satu, penamaan manual. Itu belum termasuk dialog utama, teks kotak pos, teks TV, dan yang lainnya.

Dengan kondisi begitu, hasilnya bisa ditebak. Waktu itu aku masih polos dan menerjemahkan asal-asalan, sampai akhirnya kena amuk komunitas. Parahnya, aku malah tidak terima. Rasanya fitnah datang dari mana-mana. Salah satu yang masih kuingat, aku dituduh menjual hasil terjemahanku, padahal aku hanya berniat membuka donasi.

Aku benar-benar marah waktu itu. Usahaku tidak dihargai dan hasil terjemahanku dihina, walau kalau dipikir sekarang, memang kacau. Tapi apa yang bisa kulakukan seorang diri dengan file sebanyak itu, di tengah proses yang serba manual?

Beberapa tahun kemudian, seorang teman meyakinkanku bahwa tidak semua orang membenci proyek terjemahanku yang gagal itu. Setelah kupikir-pikir, dia benar. Dari situ aku mulai berpikir untuk memperbaikinya, yaitu menerjemahkan game ini dari awal lagi dengan isian dialog yang sesuai.

Masalah baru muncul saat mau membongkar ROM-nya. Aku tidak mungkin mengulang cara manual seperti 2019. Jadi aku melakukan reverse engineering dan membuat tool sendiri dengan Python. Sekarang semuanya bisa dijalankan dari HP lewat Pydroid 3, padahal dulu hanya bisa di laptop. Alurnya kira-kira begini:

  1. Ekstrak resource.bin sekali jalan.
  2. Semua .txb di dalam file .bin folder event diekstrak massal dan langsung menjadi .txt. Untuk folder talk, .txb-nya langsung diubah menjadi .txt.
  3. Tinggal menerjemahkan file .txt tersebut.
  4. Setelah selesai, .txt diubah kembali menjadi .txb dan otomatis masuk ke .bin yang tepat, lengkap dengan penamaannya.
  5. resource.bin dikemas ulang, lalu seluruh folder game di-repack menjadi file .iso.

Yang dulu memakan waktu lama dan rawan salah nama, sekarang tinggal menjalankan tool-nya. Aku bisa fokus ke hal yang seharusnya jadi pekerjaan utama, yaitu menerjemahkan.

Sekarang file dialog karakter yang sudah selesai ada 31 dari 68. Dialog event, kotak pos, dan teks TV belum kusentuh sama sekali.

Soal proyek ini ke depannya, aku ingin jujur sejak awal. Kalau nanti selesai 100%, aku tidak akan mengambil keuntungan sepeser pun, karena aku merasa tidak pantas. Aku juga bukan penerjemah profesional, jadi hasilnya belum tentu rapi.

Aku terbuka pada kritik dan saran, bahkan kalau ada yang mau ikut menerjemahkan. File .txt-nya kusediakan, dan urusan memasukkannya ke ROM biar aku yang kerjakan. Siapa pun yang mau menerjemahkan sendiri, atau kurang puas dengan hasil kerjaku, silakan mengerjakan bagiannya. Urusan input-nya kubantu 100%.

Semoga aku bisa terus konsisten sampai semuanya selesai, untuk menebus dosaku di masa lalu.